Senin, 08 Agustus 2011

Mengenal Tulang Manusia

Mengenal Tulang Manusia – Sahabat Pustaka sekalian, kali ini saya akan berbagi tentang topik mengenal Tulang manusia. Pada manusia dan hewan lain, tulang merupakan alat gerak pasif, karena tidak dapat begerak sendiri, sedangkan otot merupakan alat gerak aktif karena menggerakkkan tulang. bagaimanakah bentuk tulang? bagaimana pula proses pembentukan tulang.
Bentuk Bentuk Tulang
berdasarkan bentuk dan ukurannya, tulang yang menyusun rangka tubuh terbagi atas 4 jenis. Tulang-tulang tersebut meliputi tulang pipa (tulang panjang), tulang pipih, tulang pendek, dan tulang yang tidak berbentuk.undefined

1.Tulang Pipa (Tulang panjang)
Tulang pipa berbentuk seperti tabung. kedua ujungnya berbentuk bulat, sedangkan bagian tengahnya berbentuk silindris. Contoh tulang pipa adalah tulang hasta. Hampir seluruh bagian tubuh terdiri atas tulang kompak dengan sedikit komponen tulang spongiosa.
Rongga-rongga tulang spongiosa dan rongga sumsum tulang pada tulang panjang mengandung sumsum tulang merah dan sumsum tulang kuning. Sumsum tulang merah merupakan sel pembentuk sel darah merah. Sumsum tulang kuning terdiri dari sel lemak.

2. Tulang Pendek
Tulang pendek berbentuk seperti kubus. Tulang ini mempunyai suatu inti berupa tulang spongiosa yang dikelilingi oleh tulang kompak. Contoh tulang pendek  adalah ruas-ruas vertebrata, pangkal pada kaki, dan pangkal lengan.

3. Tulang Pipih
Tulang pipih mempunyai 2 lapisan tulang kompak yang disebut lamina eksterna dan interna ossis kranil. Kedua lapisan ini dipisahkan oleh satu lapisan tulang spongiosa. Contoh tulang pipih adalah tulang belikat dan tulang rusuk.

4. Tulang Tidak Beraturan
Beberapa tulang memiliki bentuk tulang yang tidak beraturan. Contohnya adalah tulang wajah dan tulang belakang.

Pembentukan Tulang
Pada manusia, rangka terbentuk secara sempurna pada akhir bulan kedua atau wal bulan ketiga pembentukan embrio, tetapi masih berupa tulang rawan (kartilago). Rangka yang berupa tulang rawan dibentuk oleh jaringan mesenkim yang kemudian mengalami penulangan atau disebut osifikasi.
Osifikasi merupakan perubahan tulang rawan menjadi tulang keras atau perbaikan tulang yang rusak. Otifikasi dimulai dengan terbentuknya sel-sel osteoblas, yakni sel-sel pembentuk tulang. Sel-sel tulang ini dibentuk secara bertahap dari arah dalam ke luar sehingga pembentukannya konsentris. Setiap satuan sel-sel tulang ini melingkari suatu pembuluh darah dan saraf, membentuk suatu sistem yang disebut sistem Harvers.
Tulang menjadi keras karena mengandung Ca3(PO4)2. Berdasarkan kekompakan atau kekerasannya, tulang dapat dibedakan menjadi tulang kompak dan tulang berongga (tulang spongiosa). Tulang spongiosa terdapat pada tulang pipih. Sementara itu, tulang kompak terdapat pada tulang pipa atau tulang panjang. Tulang kompak terdiri atas epifisis (bagian ujung tulang yang membesar seperti bongkol), diafisis (bagian tulang yang terletak diantara epifisis), dan cakram epifisis yang berbentuk lempengan dan terletak di antara ujung diafisis dan epifisis.
Tulang pipa masih dapat memanjang jika cakram epifisisnya masih aktif. Cakram epifisis tidak aktif pada usia sekitar 20 tahun.
Jaringan tulang pertama kali dibentuk melalui proses osifikasi di dalam perikondrium (selaput tulang rawan) yang mengelilingi diafisis. Proses Osifikasi terjadi dalam beberapa tahao, yakni sebagai berikut:
  1. Pada Tahap awal osifikasi, osteoblas akan membentuk suatu lapisan kompak sehingga perikondrium berubah menjadi periosteum (selaput tulang keras). Bersamaan dengan proses tersebut, pada bagian dalam tulang rwan di daerah diafisis (pusat osifikasi primer), sel-sel kondrosit membesar dan akhirnya pecah.
  2. Tulang rawan mengalami klasifikasi (proses pengendapan zat kapur ketika tulang rawan secara bertahap mengalami osifikasi). Hal ini mengganggu komponen nutrisi bagi sel-sel kondrosit sehingga akhirnya mati.
  3. Terjadi perkembangan pusat osifikasi primer yang berada dibawah periosteum yang tumbuh ke arah epifisis. Ketika awal pembentukan pusat osifikasi, osteoklas sudah aktif, dan resorpsi tulang terjadi. Hal ini menyebabkan pembentukan epifisis ketika osifikasi berlangsung.
  4. Pembuluh darah mulai masuk dan terbentuk rongga sumsum tulang.
  5. Pembentukan pusat osifikasi sekunder muncul pada epifisis.
Osifikasi berlangsung secara berangsur. Hal ini terbukti tulang ubun-ubun baru tertutup sempurna ketika mencapai umur 12 bulan.


http://pustakasekolah.com/mengenal-tulang-manusia.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar